
Di forum eksklusif AsianBrain, Anne Ahira membalas salah satu topik yang saya tulis. Isi komentar dia benar-benar membuat saya makin bersemangat. Kiat yang dia ajukan benar-benar jempolan, menunjukkan bahwa Ahira adalah seorang internet marketer sejati.
Dari komentar dia tersebut, saya menangkap kesan bahwa Ahira selama ini sudah sering berkunjung ke PenulisLepas.com, mempelajari dan menganalisis konten-nya dari segi internet marketing.
Berikut adalah komentar Ahira tersebut.
Mas Jonru,
………. deleted ……….
Oh ya.. Mas Jonru… saya amat sangat setuju jika situs Mas Jonru seperti PenulisLepas.com itu dikembangkan! Penghasilan dari pemasang ‘banner’ itu mungkin hanya tambahan. Karena tempatnya terbatas. Saya justru melihat peluang lebih besar untuk situs seperti ini.
Ini hanya sekedar ide sederhana dari saya… buat situs, misalnya saja… www.JasaPenulisan.com lalu buat ’sales copy’ seperti Asian Brain IMC, maksud saya… situs yang dibuat khusus untuk JUALAN alias menawarkan jasa/produk penulis lepas ke khalayak ramai! Baik untuk individu, ataupun perusahaan atau bahkan untuk media sekalipun!
Mas Jonru akan kaget melihat banyaknya individu/perusahaan yang memerlukan penulis lepas seperti ini! Jasa bisa berupa menerima penulisan seputar: Brosur, iklan, press release, essay, teks pidato, userguides/manual, resume, kid’s writing, penulisan teknis, artikel, biography, proof reading/editing, dll…dll… you name it!
Kalau sekarang saya berkunjung ke PenulisLepas.com, saya akan berfikir.. “wah asyik, ada banyak artikel gratis”. Saya tidak akan berfikir “Wah asyik, kalo saya butuh tulisan nanti, saya akan ingat Penulis Lepas!”
Anda sudah punya topik luar biasa, komunitas penulis juga sudah cukup besar. Sudah saatnya Anda membranding Penulis Lepas menjadi tempat di mana masyarakat Indonesia bisa dengan mudah mendapatkan akses kepada para penulis profesional untuk kebutuhan mereka!
Dari jutaan masyarakat Indonesia, ada banyak yang malas menulis atau tidak berbakat dan mereka memerlukan Anda!
So, make it clear what you can do for them! very good
Ahira
Wah… benar-benar fantastis kan, komentarnya?
Setelah membacanya, saya buru-buru membeli nama domain jasapenulisan.com, walau saya belum tahu akan digunakan buat apa, dan kapan mulai dipakai. Yang penting, saya percaya bahwa ini adalah nama domain yang sangat bagus, jadi saya harus segera memilikinya sebelum keduluan orang lain.
Jonru
Untuk sementara sekian dulu. Bila masih ada hal yang perlu disampaikan, Insya Allah saya akan melanjutkan dengan tulisan “Anne Ahira 11…” dan seterusnya.
Setelah sebulan lebih bergabung dengan AsianBrain, saya mendapat kesempatan untuk berkomunikasi lebih intens dengan Ahhe Ahira, walau hanya via internet. Saya pun makin yakin bahwa semua isu miring tentang Anne Ahira selama ini benar-benar tak terbukti.
Dari tulisan-tulisan Ahira di ruang kelas AsianBrain, di forum diskusi AsianBrain, juga dari update Asian Brain Newsletter, saya mendapat kesan bahwa tokoh internet marketing yang satu ini termasuk tipe manusia yang tabah. Ia menyikapi semua isu miring mengenai dirinya dengan sabar dan tidak emosional.
Coba simak bagaimana himbauan dia berikut ini (dikutip dari Update Asian Brain untuk para ABers atau siswa AsianBrain).
…. jangan kaget jika ABers satu saat melihat komentar yang aneh-aneh (biasanya dari pihak luar alias non-member)… yang isinya bisa jadi memojokkan atau bahkan cenderung memfitnah, baik itu ditujukkan kepada saya, atau kepada ABers sendiri.
…..
Hari ini saya hanya ingin mengingatkan kepada seluruh ABers untuk *tidak pernah* terpancing emosi JIKA ABers melihat ada komentar tidak baik tentang saya misalnya.
Anda sedikit banyak sudah mengenal saya!
Kalaupun mau menjawab dan memberikan komentar atas pancingan mereka, maka jawablah dengan cara profesional, BUKAN dengan cara emosi.
…..
Orang-orang seperti ini (yang suka memancing emosi) akan selalu ada. Tapi disarankan ABers untuk tidak pernah terpengaruh, karena KITA adalah seorang PROFESIONAL yang tidak mau, dan tidak pernah tertarik untuk menghabiskan tenaga dan pikiran untuk hal-hal semacam ini. Setuju?!
![]()
Tanamkan dalam diri bahwa The REAL ABers itu adalah seorang yang bijaksana. The Real ABers itu tidak hanya pandai dalam berbisnis online, tapi juga arif dalam berfikir, dan pandai menjaga ’sikap’.
Begitulah Ahira dalam menyikapi isu-isu miring tentang dirinya, seperti yang banyak kita baca via Google. Ahira tak pernah berusaha membalas semua caci maki dan tuduhan tersebut dengan perlakuan yang sama.
Maka tak heran, kita tidak pernah melihat satu tulisan pun dari Ahira yang berisi bantahan terhadap isu miring serta caci maki dan tuduhan tersebut. Kalaupun ada, biasanya itu justru ditulis oleh para siswa AsianBrain, orang-orang yang telah mengenal Ahira lebih dekat. Karena sudah kenal, mereka sudah tahu siapa dan bagaimana Anne Ahira yang sebenarnya. Mereka merasa terpancing untuk menjelaskan bahwa semua tuduhan tersebut sama sekali tidak benar.
Bersambung >>>
Setelah bergabung dengan AsianBrain, saya membantu mempromosikan sekolah internet marketing yang satu ini via PenulisLepas.com. Saya pikir, internet marketing memang cocok untuk penulis. Karena itulah, saya merasa bahwa promosi AsianBrain via PenulisLepas.com sangat tepat.
Belakangan saya khawatir jika para pengunjung dan anggota situs merasa terganggu (mereka mungkin heran dan menyayangkan bila situs kesayangan mereka dipenuhi oleh promosi AsianBrain). Maka saya membuat situs khusus untuk mempromosikan AsianBrain, dan diberi nama Asian Brain Center @ PenulisLepas.com. Ini adalah website promosi yang ditujukan khusus bagi para penulis.
Sedangkan untuk segmen umum, saya membuat situs PeluangInternetMarketing.com.
Alhamdulillah… hasil promosi saya sungguh menggembirakan. Hingga tulisan ini dibuat, sudah ada 6 orang yang bergabung dengan AsianBrain lewat link afiliasi PenulisLepas.com, dan 12 orang lainnya masih pending karena belum membayar biaya keanggotaan. Lantas, lebih dari 110 orang telah mendownload modul pertama Anne Ahira lewat link afiliasi yang sama.
Bersambung >>>
Setelah memuat tulisan “Anne Ahira, Sebuah Paradoks di Tahun 2007″, saya pun bergabung dengan AsianBrain, resmi tanggal 1 Agustus 2007 lalu. Ini tentu didorong juga oleh hasil penyelidikan saya yang membuat saya makin yakin bahwa tak ada yang salah dengan AsianBrain dan Anne Ahira, tak ada alasan bagi saya untuk percaya pada isu-isu miring yang banyak beredar.
Di luar dugaan, tulisan “Anne Ahira, Sebuah Paradoks di Tahun 2007″ membuat heboh di mana-mana. Banyak teman yang memberikan komentar. Dua di antaranya adalah Mbak Dhini dan Maya. Semua ini saya rekam di sini.
Masih di luar dugaan, banyak pula teman yang mengutip tulisan tersebut, memuatnya ulang di blog mereka. Ini tentu membuat saya bahagia dan terharu, karena tulisan saya ternyata disukai oleh banyak orang.
Bersambung >>
Setelah pulang dari acara ISMBEA Award, saya jadi kepikiran untuk bergabung dengan AsianBrain. Mungkin karena isi ceramah Anne Ahira sangat berpengaruh pada pikiran saya. Saya berpikir bahwa saya bisa sukses lewat internet marketing.
Tapi saya tak mau bergabung begitu saja. Terlebih karena selama ini saya banyak mendengar isu miring seputar Anne Ahira. Saya juga tak ingin teman-teman saya heran, “Kenapa kamu bergabung dengan orang yang sangat kontroversial itu?”
Maka, sebelum membuat keputusan, saya melakukan penelitian dulu. Salah satu langkah yang saya lakukan adalah mencoba membaca ulang artikel-artikel seputar Anne Ahira yang muncul di internet.
Betapa kagetnya saya, ketika sadar bahwa artikel-artikel tersebut ternyata sudah basi! Semua yang muncul di halaman depan Google adalah artikel-artikel tahun 2005 dan sebelumnya. Padahal - menurut hasil penyelidikan saya dan info dari teman AsianBrain - bisnis FFSI-nya Anne Ahira yang diributkan pada artikel-artikel tersebut, kini sudah bubar, dan Ahira kini fokus pada bisnis AsianBrain yang jauh lebih baik.
Saya juga menulis sebuah topik di forum Adsense Indonesia. Di sini, banyak sekali orang yang anti terhadap Anne Ahira. Maka, dapat ditebak, banyak sekali orang yang mengcounter pendapat-pendapat saya.
Uniknya, saat itu saya belum bergabung dengan AsianBrain. Tapi mungkin karena terlalu bersemangat, banyak orang yang akhirnya mengira bahwa saya adalah adalah orang dalam AsianBrain. Hehehe….
Hal yang menggembirakan, hampir semua tuduhan, caci maki dan kritik terhadap Anne Ahira dapat saya debat dengan argumen yang jauh lebih logis (saya sempat menunjukkan URL topik diskusi tersebut pada si teman AsianBrain). Dari hasil debat tersebut, saya menyimpulkan bahwa tuduhan, caci maki dan kritik tersebut lebih dikarenakan karena:
* * *
Saya juga mencoba menghubungi Enda Nasution, salah seorang tokoh yang tahun 2005 lalu gencar mengkritik Anne Ahira. Juga, Ikhlasul Amal, tokoh yang tampaknya cukup netral. Saya mencoba menghubungi Priyadi, salah seorang “tokoh kunci” seputar isu miring tersebut. Tapi entah kenapa, saat itu sulit sekali menghubungi beliau.
Dari hasil saya melakukan cross check tersebut, ketahuan bahwa ternyata Bang Enda belum tahu apa-apa soal perkembangan bisnis Ahira yang terbaru. Jadi, dia juga belum tahu bahwa sebenarnya tulisan dia yang dulu itu sudah tidak relevan lagi.
Berikut adalah hasil obrolan saya dengan Bang Enda via Yahoo! Messenger.
jonru (7/23/2007 3:13:31 PM): halo… bang enda
enda (7/23/2007 3:13:55 PM): haluu
jonru (7/23/2007 3:14:17 PM): bang enda, saya mau ngobrol soal anne ahira
…. deleted ….
jonru (7/23/2007 3:50:46 PM): secara tak sengaja, tgl 21 kemarin saya ketemu dia
jonru (7/23/2007 3:50:51 PM): mendengarkan ceramahnya
jonru (7/23/2007 3:51:27 PM): sepertinya bisnis yan gdia jalankan sekarang udah jauh beda dengan yang dulu ya?
jonru (7/23/2007 3:51:31 PM): FFSI
enda (7/23/2007 3:52:41 PM): yg skrg bagaimana
jonru (7/23/2007 3:53:27 PM): dari ceramahnya yg saya dengar, juga dari seorang teman yang bekerja di asian brain..
jonru (7/23/2007 3:53:39 PM): dia sekarang hanya mengelola sekolah internet marketing
jonru (7/23/2007 3:53:45 PM): dipasarkan lewat sistem afiliasi
jonru (7/23/2007 3:53:48 PM): bukan mlm
enda (7/23/2007 3:54:12 PM): oh ok
jonru (7/23/2007 3:54:24 PM): di sekolah itu, dia mengajarkan cara2 berbisnis via internet, seperti SEO, strategi marketing, dst
jonru (7/23/2007 3:54:30 PM): dia juga katanya anti spam
jonru (7/23/2007 3:54:40 PM): nah, makanya saya pengen banget mendengarn pendapat bang enda
jonru (7/23/2007 3:54:54 PM): sebagai orang yang dulu pernah menulis tentang dia
enda (7/23/2007 3:55:14 PM): dari dulu juga dia bilang anti spam heuehuehue
jonru (7/23/2007 3:55:29 PM): o gitu
jonru (7/23/2007 3:56:06 PM): lantas bisnisnya yng sekarang ini, menurut bang enda gimana?
enda (7/23/2007 3:57:53 PM): kalo sekilas lebih mending kali ya
enda (7/23/2007 3:58:13 PM): tapi tentu ga bisa janji penghasilan ribuan dollar per bulan lagi dong
jonru (7/23/2007 3:58:21 PM): hehehe.. iya
Dan inilah obrolan saya dengan Pak Ikhlasul Amal, masih via Yahoo! Messenger.
Jonru: pak saya mau tanya2 dikit. boleh?
Ikhlasul Amal: boleh
Jonru: ini mengenai hal yang mungkin sudah basi
Jonru: anne ahira
Jonru: saya tertarik karena baru2 ini ketemu dia langsung
Jonru: kalo search di google pake kata kunci nama dia, yang teratas muncul kan tulisan priyadi dan enda
Jonru: isinya mengkritik habis anne ahira
Jonru: padahal tulisan2 tsb sudah lama
Jonru: dan setahu saya bisnis anne ahira sudah jauh berubah
Jonru: ffsi sudah bubar
Jonru: nah… sepengetahuan bapak, kira2 gimana wacana mengenai anne ahira sat ini di lingkungan mas priyadi dkk
Jonru: ?
Jonru: apa justru mereka udah lupa?
Ikhlasul Amal: sedikit yg saya tahu: milis id-mlm yang dulu membahas mlm di Indonesia pun sekarang tidak aktif lagi
Ikhlasul Amal: dan karena dua penulis blog tadi tidak memfokuskan dirinya pada AA, jadi ya… sangat mungkin juga sudah tidak dilanjutkan sekarang
Ikhlasul Amal: kira-kira begitu
…..
Ikhlasul Amal: saya sendiri juga sudah lama tidak ikut membicarakan hal itu lagi
Jonru: o ic
* * *
Dengan fakta-fakta itulah, saya menjadi sangat yakin bahwa tak ada yang salah dan tak ada yang perlu dipermasalahkan mengenai Anne Ahira dan Asian Brain. Maka saya pun menulis hasil penyelidikan tersebut di website PenulisLepas.com, dengan judul Anne Ahira, Sebuah Paradoks di Tahun 2007.
Boleh dibilang, tulisan ini merupakan rangkuman dari hasil menonton VCD Anne Ahira, pertemuan langsung, info dari seorang teman, dan hasil penyelidikan saya.
Bersambung >>>
Setelah menonton VCD AsianBrain, esoknya (20 Juli 2007) saya bertemu langsung dengan Anne Ahira! Pak Isdiyanto, pemilik majalah WK, memang mengundang saya dan beberapa teman untuk menghadiri acara ISMBEA Award di hotel Sahid, Jakarta. Katanya, “Nanti Anne Ahira juga akan datang dan memberikan ceramah mengenai bisnis online.”
Dan memang benar. Anne Ahira benar-benar hadir pada acara tersebut. Itulah pertama kalinya saya bertemu langsung dengan “manusia legendaris” yang satu ini. Demikian legendarisnya nama Ahira, sampai-sampai seorang teman saya berkata, “Saya kira Anne Ahira itu hanya semacam tokoh di internet, tapi tidak benar-benar ada di dunia nyata.”
Hehehehe… sebuah pemikiran yang membuat saya tersenyum simpul
Isi ceramah Anne Ahira di hotel Sahid itu sebenarnya lebih kurang sama dengan yang saya tonton via VCD. Tapi karena kali ini melihat sendiri, tentu kesannya berbeda.
Dalam pertemuan itu, Ahira juga sempat menyinggung banyaknya artikel di internet yang menjelek-jelekkan namanya. Dia mengucapkannya dengan nada yang sangat datar, tak terlihat emosi sedikit pun. Belakangan saya tahu, bahwa Ahira mencoba untuk bersikap tabah dan “tidak ambil pusing” dengan segala isu miring tersebut. Ia memilih untuk fokus pada bisnis yang ia jalankan.
Dalam pertemuan di hotel Sahid tersebut, alhamdulillah saya mendapat kesempatan untuk bertanya pada sesi dialog. Saya pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.
Saya bertanya tentang situs PenulisLepas.com yang saya dirikan dan kelola. Saya ceritakan, situs ini awalnya hanya dikelola sebagai hobi. Tapi alhamdulillah sekarang perkembangannya luar biasa. Page Rank-nya di Google sudah mencapai angka 4. Dan setiap kali netter mencari di Google dengan kata kunci penulis, PenulisLepas.com selalu menduduki urutan teratas.
Saya bertanya, bagaimana cara memanfaatkan situs PenulisLepas.com ini untuk internet marketing.
Saat itu, Ahira hanya berkata. “Sebenarnya situs Anda punya potensi yang luar biasa. Coba dimanfaatkan.” Sebuah jawaban yang sangat umum. Tapi saya benar-benar terprovokasi oleh ucapan itu.
Btw… beberapa menit setelah dialog tersebut, teman AsianBrain yang ternyata ikut pada acara itu, mengirimi saya SMS, “Wah, ternyata Bang Jonru datang juga, ya,” katanya.
Bersambung >>>
Berawal dari keterlibatan di komunitas TDA, saya pun kenal dengan pak Isdiyanto, pemilik dan pemimpin redaksi majalah Wirausaha & Keuangan (WK). Ketika berkunjung ke kantornya tanggal 19 Juli 2007 lalu, Pak Isdiyanto memberi kami hadiah sejumlah eksemplar majalah WK.
Satu di antara majalah WK tersebut adalah edisi Anne Ahira. Di situ ada VCD berisi ceramah dia seputar internet marketing.
Di rumah, saya memutar CD tersebut. Itulah untuk pertama kalinya saya “melihat langsung” Anne Ahira, walau hanya via layar komputer. Seolah-olah dia memahami isi pikiran saya yang awalnya mengira dia orang Jepang atau Taiwan atau Tionghoa, ucapan pertama yang dilontarkan Ahira ketika ia telah berada di panggung adalah, “Saya bukan orang Jepang.”
Ahira pun bercerita tentang asal usul namanya. Ibunya memberi dia nama Ahira (berasal dari kata “akhir”) dengan harapan semoga dia menjadi anak yang terakhir. Sebab, ibunya kapok karena Ahira “betah” di dalam kandungan selama lebih dari sembulan bulan. Sudah sepuluh bulan lebih usia kandungannya, tapi si anak belum lahir juga.
Dari ceramah Ahira via VCD itulah, untuk pertama kalinya saya mendengar langsung, APA sebenarnya bisnis AsianBrain. Selama ini saya tak begitu peduli, karena saya memang tak punya kepentingan.
Setelah menonton VCD itu, saya tiba-tiba tergerak untuk mengenal AsianBrain dan Anne Ahira lebih mendalam. Terlebih karena sosok Anne Ahira penuh kontroversi. Ia sangat terkenal, tapi begitu banyak orang yang menghujat dan mencaci-makinya.
Untungnya, saya punya teman, karyawan AsianBrain, yang beberapa waktu lalu memberikan sebuah informasi yang benar-benar berbeda.
Bersambung >>>
Tanggal 4 Mei 2007 lalu, saya menulis artikel “Mengelola website/blog: from hobby to making money”. Di luar dugaan, seorang teman menyapa saya setelah membacanya. Dia berterus terang bahwa dia bekerja di AsianBrain.
Ini tentu sebuah surprise bagi saya. Sebelumnya, saya memang sempat melihat nama AsianBrain di blog pribadinya. Tapi saya belum terlalu memperhatikannya ketika itu. Namun ketika mendengar langsung pengakuannya, saya pun memanfaatkan peluang itu untuk bertanya lebih lanjut soal Anne Ahira dan AsianBrain pada dia.
Inilah percakapan kami via Yahoo! Messenger.
teman_asian_brain (5/4/2007 10:21:02 PM): ….ana kerja di Asian Brain, bareng Ahira. yach, itung2 ambil ilmunya juga
jonru (5/4/2007 10:21:55 PM): o… kenal dekat dong dengan dia
teman_asian_brain (5/4/2007 10:22:56 PM): bangeet….
teman_asian_brain (5/4/2007 10:23:12 PM): saya cari manfaatnya aja mas buat dakwah
jonru (5/4/2007 10:23:14 PM): iya.. setahu saya banyakjuga orangyang gak suka sama dia
jonru (5/4/2007 10:23:47 PM): saya sih belum tahu gimana sistem bisnis dia
teman_asian_brain (5/4/2007 10:23:49 PM): saya jg s4 ditanya sama beberapa orang
jonru (5/4/2007 10:23:57 PM): makanya belum bisa berkomentar apapun
teman_asian_brain (5/4/2007 10:24:07 PM): ga masalah, skrg sdh dapet dukungan dari ustadz
teman_asian_brain (5/4/2007 10:24:16 PM): ya, itu masa lalu yg diributin
teman_asian_brain (5/4/2007 10:24:21 PM): saya blm lahir waktu itu
teman_asian_brain (5/4/2007 10:24:29 PM): skrg pusat pembelajaran murni
jonru (5/4/2007 10:24:35 PM): o ic
teman_asian_brain (5/4/2007 10:24:48 PM): sistem afiliasi satu tingkat aja
teman_asian_brain (5/4/2007 10:25:14 PM): kalo si B daftar lwt link A, A dapet 25 %. berhenti sampe situ
teman_asian_brain (5/4/2007 10:25:20 PM): jd blm ada yg salah
Dari percakapan tersebut, pandangan saya mengenai Anne Ahira mulai berubah. Tapi, saya belum tertarik untuk bergabung.
Atas saran si teman ini, saya akhirnya bergabung dengan AsianBrain Newsletter, yang gratis seumur hidup. Saya pikir, tak ada salahnya mengikuti sesuatu yang gratis. Siapa tahu, ini bisa saya jadikan media untuk mengenal AsianBrain lebih dekat.
Sejak saat itu, saya pun mulai terbiasa menerima sapaan-sapaan khas Anne Ahira via email.
Bersambung >>>
Setelah sekian tahun mendengar nama Anne Ahira dan saya tak begitu peduli, tiba-tiba saja menemukan sejumlah artikel - via Google - mengenai dia. “Aksi Prihatin terhadap Skema Bisnis Anne Ahira”, demikian bunyi tulisan-tulisan yang banyak beredar.
Intinya, banyak orang yang menghujat Ahira, mengebut bisnisnya sebagai bisnis penipuan, spam, dan seterusnya.
Saya sempat termakan juga. Tapi saya kemudian berpikir:
“Saya belum kenal siapa itu Anne Ahira. Saya juga belum pernah belajar tentang sistem bisnis yang ia jalankan. Tentu sangat naif jika saya percaya begitu saja pada ucapan orang lain yang antipati terhadap dia. Jadi, lebih baik saya memilih netral saja.”
Maka, saya pun cuek bebek saja terhadap info-info itu. Lagipula saya tak punya kepentingan apapun, kan?
Bersambung >>
Nama Anne Ahira pertama kali saya dengar beberapa tahu lalu, ketika saya masih punya pandangan negatif seputar bisnis internet. Karena itu, walau saat itu dunia sangat heboh dan nama Anne Ahira terkenal di mana-mana, saya bersikap biasa-biasa saja.
Namun demikian, awalnya saya mengira Anne Ahira bukan orang Indonesia. Secara wajahnya oriental gitu, saya menduga dia orang Jepang atau Taiwan atau Tionghoa. Terlebih karena namanya AHIRA yang sangat berbau oriental. Ya makin yakin deh saya, kalau dia itu memang dari negara-negara yang saya sebutkan di atas.
Saya memang sempat dengar bahwa Ahira ternyata tinggal di Indonesia. Tapi itu tak mengubah pandangan saya. “Mungkin dia keturunan Jepang yang sudah jadi WNI,” pikir saya.
Bersambung >>>
Antara Anne Ahira & PenulisLepas.com is powered by WordPress Using Redzonea Sponsored By Read Article
Statistik

